3 Pertimbangan Sebelum Memulai Investasi

Panduan investasi seperti gaya investasi yang risikonya sesuai profil investor.
BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Tujuan investasi sama dengan tujuan orang bepergian, sama-sama berbeda (frestocks.com)

Investasi adalah cara yang sangat bisa diandalkan untuk mengembangkan aset atau nilai kekayaan.

Ini juga termasuk satu tahapan terakhir sebelum masuk ke tahapan distribusi kekayaan, yang kegunaannya seperti warisan atau hibah.

Sebaiknya sebelum berinvestasi, jangan pernah lupakan soal memiliki asuransi jiwa.

Karena dengan melindungi nilai aset atau kekayaan kita, setidaknya bisa meminimalisir risiko tujuan keuangan yang tidak tercapai.

Hanya saja dipastikan agar investasi menggunakan uang dingin atau siap hilang dan jika sudah siap, berikut ada beberapa panduan investasi yang perlu diketahui.

GAYA INVEST YANG SESUAI

Biasanya terbagi menjadi active investing dan passive investing. Tidak ada salah satunya lebih baik dari keduanya.

Investasi bukan berbicara soal mendapatkan keuntungan dalam sekejap, karena bukan seperti barang kebutuhan sehari-hari yang diperjualbelikan.

Active investing berarti ikut terjun langsung ke dalam lautan luas yang berisi semua ilmu investasi. Karena bersifat aktif, maka kita dituntut untuk banyak melakukan riset yang mendalam, menyusun portofolio dan menjaga hasilnya.

Contohnya seperti saham dan reksa dana. Keduanya sama-sama tergolong sebagai active investing, namun hanya dengan perbedaan keberadaan manager investasi.

Dibutuhkan banyak waktu untuk riset, pengetahuan luas dan niat dalam melakukan active investing. Perlu diketahui bahwa active investing ini punya potensi keuntungan sangat besar, sebagai hasil akhir dari yang sudah kita kerjakan sendiri.

Kalau passive investing itu kebalikannya. Kita tidak perlu bersusah payah riset sana sini karena hanya berdasarkan indeks atau ukuran keseluruhan dari beberapa pergerakan harga saham. Contohnya seperti ETF yang secara performa lebih stabil.

Enaknya passive investing itu tidak ada “kompetisi” dari sesama manajer investasi, biasanya kerap kali harus saling bekerja keras untuk membawa hasil keuntungan yang lebih tinggi daripada yang lainnya.

PERSIAPAN BUDGET

Untuk awal membuat portofolio investasi, tidak perlu harus menunggu jumlah uang dalam jumlah besar dulu. Bisa start dari yang terjangkau, bahkan kita bisa mulai hanya dari modal IDR 100,000 saja.

Bukan soal besar atau banyaknya uang untuk awal investasi, tapi lebih difokuskan bagaimana mengantisipasi risikonya dengan melakukan money management serta alokasi yang rutin dari pendapatan.

Satu tahapan penting yang harus diingat sebelum lanjut, setidaknya kita harus punya dana darurat dulu.

Fungsinya untuk memastikan ketersediaan cash siap selalu yang bisa ditarik kapan saja. Sehingga tidak ada alasan untuk menjual paksa portofolio kita jika terjadi sesuatu sangat mendesak.

Idealnya untuk menyiapkan dana darurat adalah sekitar 3-6 bulan penghasilan tetap kita. Secara pribadi, maksimal sampai 1 tahun.

Kalau lebih dari itu artinya bisa dibilang kurang optimal atau keuangan kita dinilai terlalu likuid. Dalam kondisi seperti itu, sebaiknya disisihkan untuk masuk ke pos investment.

Kalau kita punya cicilan yang nilainya cukup besar, sebaiknya juga diselesaikan terlebih dahulu.

Alasannya adalah supaya keuntungan yang kita sudah direalisasikan, tidak kabur masuk sebagai bahan untuk pembayaran cicilan.

Mempersiapkan untuk hal terburuk, bahkan ketika cuaca lagi kurang bagus untuk investasi (pakutaso.com)

KEMAMPUAN TINGKAT TOLERANSI RISIKO

Pada umumnya, orang yang berinvestasi itu sudah tahu dampak risiko yang terjadi. Masing-masing jenisnya pun banyak ragamnya, namun biasanya tingkat keuntungannya sangat berkaitan dengan risiko yang dimilikinya.

Contohnya saat ini deposito merupakan pilihan yang menawarkan keuntungan paling stabil sekaligus tingkat keuntungannya kecil.

Kalau saham, selain pergerakan harganya sangat bervariasi dan fluktuasinya tinggi, potensi return-nya bisa sangat tinggi.

Ada juga yang gak mau ambil pusing. Biasanya dananya ditaruh di reksa dana, yang isinya portofolionya didiversifikasi juga. Saat ini yang cukup menarik dan sangat berguna, terutama bagi investor pemula, bisa segera coba aplikasi Bibit.

Investasi Reksa Dana di Bibit, kita dapet cashback IDR 25 ribu pas daftar pakai kode “TWEETBYFIRMAN”

Aplikasi tersebut adalah aplikasi untuk investasi reksa dana yang dibekali dengan robot, supaya bisa menentukan investment plan yang sesuai dengan profil kita.

Bibit juga menggunakan modern portfolio theory, dikembangkan oleh Harry Markowitz. MPT cukup powerful untuk menyusun portofolio kita yang risikonya bisa dikendalikan dengan diversifikasi.

Kalau dari segi usia, investor yang berusia lebih muda dinilai lebih bisa mengambil risiko lebih tinggi daripada orang yang sudah berusia lebih tua. Intinya, dari ketiga petunjuk ini semoga bisa membantu untuk mencapai tujuan keuangan kita lewat investasi.

BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Default image
Firman

Perencana keuangan dependen. Saya juga aktif menulis artikel di TweetByFirman.my.id. Punya hobi makan sushi dan sashimi, nonton anime dan pecinta negara Jepang.

Leave a Reply