Menjadi Peserta Asuransi Jiwa Saat Pandemi

Beberapa hal yang perlu diketahui terkait pengajuan asuransi jiwa saat pandemi.
BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Calon nasabah mencari informasi tentang Asuransi Jiwa (girlydrop)

Hasil dari studi LIMRA (Life Insurance Marketing and Research Association) pada tahun 2020 di mana pandemi Coronavirus telah terjadi, ada sekitar 53% jumlah orang Amerika yang tidak punya asuransi jiwa sebelumnya yang kemudian berencana mau beli.

Jumlah persentase tadi mengalami kenaikan yang drastis dibandingkan sebelum pandemi, yaitu 36%.

Hal tersebut dikatakan wajar mengingat kesadaran masyarakat akan kebutuhan asuransi jiwa untuk diri mereka sendiri dan keluarganya mulai meningkat.

Namun, sebetulnya banyak dari kita yang bertanya apakah kita masih bisa mengajukan diri sebagai peserta asuransi jiwa saat pandemi seperti ini. Mungkin juga apakah perusahaan asuransi tersebut mau meng-cover santunan meninggal dunia akibat Coronavirus itu? Setidaknya ada beberapa alasan penting yang kita perlu ketahui:

KENAPA SIH KITA BUTUH ASURANSI JIWA?

Sebetulnya ada banyak versi dan alasan kenapa orang sangat butuh dan harus punya asuransi jiwa.

Selama ini juga tidak ada perbedaan yang sangat jauh antar kondisi sebelum pandemi maupun keadaan saat pandemi. Kalau diringkas menjadi lima teratas, kurang lebih seperti ini:

  • Memiliki kewajiban finansial
  • Berencana (atau sudah) menikah
  • Punya bisnis sendiri
  • Punya anak
  • Jadi tulang punggung keluarga dan orang tua

Dengan memiliki asuransi jiwa yang memiliki sejumlah manfaat yang pas buat setiap orang, setidaknya kita punya “ban serep” yang terbukti sangat berguna untuk memberikan kepastian di tengah situasi yang penuh ketidakpastian seperti ini.

Ilustrasi fasilitas umum yang sepi karena terdampak pandemi (photock)

APAKAH PERUSAHAAN ASURANSI MAU COVER SAAT PANDEMI?

Sebetulnya sekarang pun banyak perusahaan asuransi jiwa ternama yang sudah memberlakukan kebijakan bahwa mereka mau cover semua hal yang berkaitan dengan COVID-19.

Tapi perlu diingat, tidak semua perusahaan asuransi mau dan bersedia melakukan itu secara sukarela. Jadi, harus perlu tanya kembali soal kebijakan ini kepada tenaga pemasar atau perencana keuangannya.

Tenang saja, karena sekarang ada kabar baik bahwa Prudential Indonesia bersedia untuk cover semua klaim asuransi yang diakibatkan karena COVID-19.

Bahkan saat pengajuan pun tidak dikenakan masa tunggu khusus untuk COVID-19 ini.

Ini merupakan suatu kesempatan yang baik bahwa Prudential Indonesia mengerti apa yang masyarakat Indonesia khawatirkan dan butuhkan di masa pandemi seperti ini.

APAKAH TETAP BISA IKUT ASURANSI JIWA JIKA TERKENA COVID-19?

Untuk saat ini di Prudential Indonesia dan mungkin di berbagai perusahaan asuransi jiwa swasta lainnya, jika seseorang dengan kondisi saat ini dinyatakan positif terkena COVID-19 dan kemudian ingin mengajukan diri sebagai peserta, maka sudah pasti akan ditolak oleh perusahaan asuransi.

Namun, untuk orang yang sempat terkena COVID-19 yang telah melewati proses perawatan hingga telah dinyatakan sembuh dan dalam kondisi yang sehat kembali, pada saat pengajuan menjadi peserta tetap bisa diterima sebagaimana mestinya.

Untuk kebijakan selanjutnya terkait beberapa prosedur seperti medical check sesuai umur dan profil risiko seseorang yang ingin didaftarkan sebagai peserta asuransi, semuanya bergantung pada perusahaan asuransi.

Oleh karena itu, segera diskusikan terlebih dahulu dengan konsultan keuangan atau tenaga pemasarnya untuk mendapatkan informasi terkini mengenai kebijakan perusahaan asuransi yang sedang berlaku.

BINGUNG SOAL ASURANSI?
SILAKAN HUBUNGI KAMI KAPAN SAJA.

BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Default image
Firman

Perencana keuangan dependen. Saya juga aktif menulis artikel di TweetByFirman.my.id. Punya hobi makan sushi dan sashimi, nonton anime dan pecinta negara Jepang.

Leave a Reply