3 Tips Memilih Asuransi yang Tepat untuk Jenjang Kehidupan yang Tepat

Memilih asuransi yang manfaatnya dioptimalkan untuk setiap jenjang usia.
BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Memulai kerja di perusahaan, jangan lupa untuk mengumpulkan dana darurat (frestocks.com)

Ada saat di mana banyak orang yang sudah mulai aware dan paham akan pentingnya asuransi jiwa.

Pada saat yang bersamaan, ada juga orang yang sudah terlanjur punya asuransi jiwa, namun tidak paham fungsinya secara keseluruhan.

Kali ini akan dibahas mengenai bagaimana memilih asuransi jiwa yang tepat, sesuai dengan profil usianya.

Mengedukasi ulang soal fungsi dan manfaat asuransi, yang sebaiknya diambil pada rentang usia tertentu. Dengan demikian, masyarakat juga tidak sembarangan membeli polis asuransi jiwa yang sifatnya mubazir.

MULAI MENGAMBIL ASURANSI DI USIA 22

Usia 20-an adalah saat baru mulai bekerja dan belum punya banyak tanggungan. Jadi, saat ini sebaiknya difokuskan untuk mulai membangun fondasi keuangan yang kokoh.

Hal tersebut bisa dicapai dengan menjaga cashflow. Asuransi kesehatan adalah pilihan yang paling “nyambung” karena memiliki tujuan yang sama, yakni menjaga cashflow.

Tenang saja, karena usianya masih muda dan single, risikonya juga dinilai masih rendah.

Karena premi berpatokan terhadap indikator risiko tertentu, makanya premi yang dibayarkan juga masih murah. Rata-rata premi per bulan berkisar dari IDR 300 ribu hingga 500 ribu, untuk asuransi kesehatan yang sesuai tagihan.

BINGUNG SOAL ASURANSI?
SILAKAN HUBUNGI KAMI KAPAN SAJA.

SATU DARI SEKIAN BANYAK: MENIKAH

Ketika aliran pendapatan sudah mulai stabil, di usia 30-an juga sudah mulai ada tanggungan. Apalagi kalau sudah menikah, pastinya perkembangan anak menjadi perhatian utama.

Lakukan diversifikasi risiko, seperti proteksi income dan menyiapkan kebutuhan dana pendidikan untuk anak.

Jangan lupa, seluruh anggota keluarga inti sebaiknya harus punya asuransi kesehatan.

Fungsi level pertamanya jangan dilupakan, karena cashflow keluarga harus tetap dijaga. Untuk proteksi income bisa dicapai dengan membeli asuransi sakit kritis dan asuransi unit link untuk proteksi dana pendidikan anak.

Kehadian buah hati merupakan salah satu faktor penting untuk memilih asuransi proteksi penghasilan (pakutaso.com)

MEMPERTAHANKAN KEJAYAAN FINANSIAL

Pada tahap ini, akumulasi kekayaan yang sudah dilakukan sebelum mencapai usia 50-60 harus dilestarikan.

Porsi asuransi jiwa harus diperbesar, salah satunya adalah dibantu dengan asuransi dana pensiun. Ketika pensiun, mulai mengamankan penghasilan seumur hidup untuk keluarga.

Sebagai wujud tanggung jawab terhadap keluarga, warisan harus sudah dipersiapkan dari jauh-jauh hari sebelum usia 40.

Pertahankan asuransi yang sudah dimiliki sebelumnya. Pastikan jangan sampai asuransi kesehatannya nonaktif.

Selain karena berisiko tinggi, masa tunggu jadi mengulang lagi dari awal. Terakhir, sebisa mungkin pilih saham yang rutin menghasilkan dividen tinggi sebagai tambahan penghasilan.

Sebelum memasuki usia pensiun, sebaiknya memilih asuransi jiwa untuk pelestarian kekayaan (zeebaa.net)
BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Default image
Firman

Perencana keuangan dependen. Saya juga aktif menulis artikel di TweetByFirman.my.id. Punya hobi makan sushi dan sashimi, nonton anime dan pecinta negara Jepang.

Leave a Reply