Unit Link atau Tradisional: Rahasia Sebenarnya Terungkap

Pertimbangan pada saat kapan kita memilih asuransi unit link atau tradisional.
BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Ilustrasi seorang agen yang sedang memberikan presentasi (photo-ac.com)

Sebetulnya meskipun sudah kesekian kalinya dijelaskan, pasti masih banyak orang yang belum terlalu memahami perbedaan secara fungsionalnya apa.

Memang secara prinsip sederhananya, antara asuransi tanpa embel-embel investasi sama sekali dan yang ada investasinya.

Kalau yang ada, sebutannya unit link. Bahasa keren versi Indonesianya – Produk Asuransi Yang Dikaitkan Investasi (PAYDI).

Gara-gara kedua hal ini, baik orang awam maupun orang yang sudah ahli pun (yang merasa pendapatnya terbaik dan benar) masih memperdebatkan soal kedua jenis asuransi tersebut.

Mana yang bagus? Mana yang optimal? Mana yang murah? dan seterusnya.

Pada kesempatan ini akan dibahas tentang asuransi unit link secara sekilas, pada saat kapan asuransi unit link atau tradisional adalah pilihan yang terbaik, disertai sedikit perhitungan.

KENAPA ADA ASURANSI UNIT LINK

Simpelnya kurang lebih seperti ini.

Karena asuransi jiwa itu naturally premi atau kontribusinya akan mengikuti usia. Semakin bertambah usia, risiko yang perlu dihadapi akan bertambah, mengakibatkan biaya asuransi semakin tinggi.

Kondisi ini yang pada akhirnya disiasati dengan cara menggabungkan fungsi asuransi dengan investasi.

Asuransi menjaga keuangan kita dari risiko ketidakpastian yang terjadi, dengan cara memberikan jaminan berupa uang pertanggungan atau manfaat yang dibayarkan.

Investasi yang juga sekaligus melawan inflasi, ini dipakai untuk “meringankan” biaya asuransi tadi.

Jadi, asuransi dan investasi ini bekerja sama untuk mencapai tujuan keuangan seseorang yang diperlukan agar bisa tercapai.

REMINDER:

Fungsi investasinya TETAP bukan yang utama. Itu sebabnya unit link termasuk asuransi.

CARA KERJA UNIT LINK

Sebetulnya, prosesnya tidak se-seram atau serumit yang dibayangkan.

  1. Premi atau kontribusi yang disetorkan masuk ke dalam kantong investasi.

Kantong investasi ini kita sebut sebagai nilai tunai polis.

Meskipun sebelumnya, premi tadi dialokasikan terlebih dahulu untuk biaya akuisisi di tahun awal.

Pertanyaannya kenapa sih perusahaan asuransi itu memberlakukan biaya akuisisi?

Karena perusahaan asuransi ya bukan badan amal. Tetap saja sebagai perusahaan yang harus mencari untung. Se-simpel itu.

Namun, perusahaan berbaik hati menukarkan biaya akuisisi yang sudah diperoleh tadi, untuk memberikan pengembangan produk dan pelayanan terhadap nasabah yang lebih baik lagi.

Selain itu juga untuk membayar jasa agen dalam bentuk komisi, serta biaya jasa dari fleksibilitas unit link.

  1. Selanjutnya nilai tunai tadi dipakai oleh manager investasi untuk diinvestasikan.

Mirip seperti reksa dana.

Sebaiknya ketika berencana mau beli asuransi unit link, diskusi dengan agen asuransi terlebih dahulu untuk memastikan instrumen investasi apa yang dipilih. Apakah di pasar uang, obligasi atau saham.

Diinvestasikan untuk apa? Untuk membayar biaya asuransi (dasar dan tambahan jika ada) serta biaya administrasi.

Biaya asuransi adalah biaya yang akan dikenakan selama Polis aktif dan besarnya bergantung diantaranya pada riwayat kesehatan, usia, jenis kelamin, status merokok dan besarnya manfaat atau uang pertanggungan/santunan asuransi.

Pembayaran biaya asuransi ini yang akan rutin berjalan sepanjang periode proteksi sesuai pilihan kita sebelum memutuskan beli asuransi.

Jadi, sudah jelas bahwa premi tadi melewati dua kali alokasi. Pertama untuk biaya akuisisi (hanya di 5 tahun pertama). Kedua untuk membayar biaya asuransi secara rutin.

  1. Terakhir, masih ada sisa nilai tunai yang mengendap dalam polis.

Selama nilai tunai tadi cukup untuk membayar biaya asuransi dalam jangka waktu tertentu, maka kelebihannya bisa dicairkan untuk dana pendidikan atau dana pensiun.

REMINDER:

Poin penting asuransi unit link ada di nilai tunai. Pastikan jumlahnya mencukupi karena kalau tidak, maka proteksi asuransi berhenti (polis menjadi lapse/tidak aktif).

UNIT LINK BURUK, TRADISIONAL LEBIH BAIK

Seiring dengan perkembangan zaman, akses terhadap informasi menjadi jauh lebih mudah.

Namun ini mengakibatkan masyarakat gampang tersesat di tengah luasnya lautan informasi.

Keadaan ini sempat dimanfaatkan oleh salah satu perusahaan penyedia jasa konsultasi keuangan independen (saat ini izin dan operasional perusahaan sudah diberhentikan), yang dulu cukup terkenal karena sampai mengundang Gary Vee.

Mereka mengeneralisir bahwa unit link itu rugi, tidak ada alasan lain. Titik.

Saya pun juga sempat menjadi korban framing ini. Namun pada saat ketika sudah terjun di industri asuransinya langsung, saya baru mengerti hal ini cukup bikin keliru.

Bahwa tidak semua unit link itu “jelek”. Malah justru ini kalau bisa dimanfaatkan dengan baik, akan menjadi suatu nilai tambah untuk kita.

Tapi sekarang sebaiknya kita bahas yang tradisional dulu. Yang paling relate terutama dari asuransi kesehatan, karena penjelasannya lebih mudah.

Kita ambil contoh pakai profil pria bukan perokok, usia 40. Produk asuransi yang dipakai yaitu PRU Solusi Sehat dan PRU Prime Healthcare Plus, tipe Bronze B dengan batas kamar IDR 1,000,000.

Sekilas info, ini adalah updated version dari asuransi kesehatan yang zaman dulu (yang masih pakai limit), di mana sekarang sudah bisa dibayarkan sesuai tagihan.

Figure dari Kenaikan Premi per Tahun pada Usia 40 tahun (Internal Source)

Garis hitam (tradisional) memang mengawali preminya cukup murah, tapi ketika melewati usia 50, garis hitam bergerak cukup curam ke atas. Menandakan bahwa premi akan menjadi semakin mahal.

Terus? Apakah sebaiknya lebih baik ambil yang unit link? Tunggu dulu, mari kita lihat jika usianya pesertanya kita ganti jadi 50.

Figure dari Kenaikan Premi per Tahun pada Usia 50 tahun (Internal Source)

Sekilas perbedaannya cukup kecil ya. Di situ kami juga menyediakan dua versi masa pertanggungan.

Kenapa dibuat dua, karena memang minimal asuransi kesehatan diperlukan untuk bisa memberikan coverage selama 20 tahun.

Ketika masa pertanggungan dibuat di bawah 20 tahun, rasanya cukup berisiko, mengingat pada range usia ini, peserta akan lebih sulit diterima di perusahaan asuransi jiwa karena dinilai sebagai profil yang risikonya tinggi.

Peserta akan melewati berbagai tahapan underwriting (proses identifikasi dan seleksi risiko) yang lebih ketat. Tidak bisa langsung bisa tanpa medical check, kecuali bila ada campaign program tertentu.

Back to figure, terlihat jelas bahwa efisiensi preminya juga tidak sebanyak dengan orang yang berusia 40 tahun.

Sehingga orang yang berusia 50 tahun, daripada mengambil asuransi unit link (dengan manfaat kesehatan/kartu rumah sakit), lebih baik dialokasikan untuk mengambil asuransi kesehatan tradisional, ditambah asuransi penyakit kritis atau asuransi jiwa tradisional yang nilai tunainya tetap dan dijamin.

Nilai tunai dijamin dinilai akan lebih meminimalkan risiko dan lebih pas dengan peserta berusia 50 tahun, yang secara profil jauh lebih konservatif karena tidak bergantung fluktuasi dari investasi.

KENAPA UNIT LINK LEBIH BAIK

Apakah orang dengan usia berapapun lebih baik ambil yang tradisional?

Iya ya? Bener juga apa iya ambil yang tradisional saja?

Seperti yang sudah kita lihat sebelumnya, pada figure kenaikan premi untuk peserta berusia 40 tahun masih bisa terdapat ruang efisiensi premi yang cukup.

Apalagi kalau usianya kita ganti menjadi 25 tahun seperti berikut ini.

Figure dari Kenaikan Premi per Tahun pada Usia 25 tahun (Internal Source)

Terlihat jelas bukan, kalau ternyata asuransi unit link jauh lebih efisien dibandingkan dengan tradisional.

Hanya dengan mengorbankan premi yang sedikit lebih tinggi, namun di akhir-akhir premi kita tetap flat. Terhindari dari tingginya premi di akhir.

Sehingga, pepatah “ambil asuransi ketika masih muda” masih tetap relatable.

Bayangkan betapa sangat disayangkan jika kita memutuskan ambil asuransi ketika sudah lanjut usia. Jadinya seakan-akan kita harus “menebus kesalahan” kita dengan premi yang jauh lebih tinggi.

Selain itu, dengan menggunakan asuransi unit link kita bisa kustomisasi proteksi kita dengan rider yang disediakan, di samping adanya kemudahan premi yang flat dan masa perlindungan yang bisa diatur sesuai kebutuhan.

KESIMPULAN DARI KEDUANYA

Kalau dirangkum sebetulnya dibuat simple saja, tidak perlu bertele-tele.

Kemudian kami sertakan juga total premi (biaya) per tahun sama selisihnya.

UsiaTradisionalUnit LinkSelisihPersen (%)
25470,040,000288,000,000182,040,00063.21
40382,320,000285,000,00097,320,00034.15
50*284,844,000256,500,00028,344,00011.05
50**435,276,000410,000,00025,276,0006.16
Total Biaya per Tahun. * Masa pertanggungan hingga 65 tahun untuk Unit Link.
** Masa pertanggungan hingga 75 tahun untuk Unit Link.

Makanya, kami sangat menyarankan agar masyarakat, teman-teman yang sudah sadar pentingnya asuransi untuk segera punya asuransi.

Minimal yang asuransi kesehatan, sebagai proteksi dasar terlebih dahulu.

Dengan selisih yang cukup signifikan sekitar lebih dari 60 persen, ini bisa juga menjadi alasan yang masuk akal.

Intinya begini:

Pilih asuransi unit link jika:

  • Pesertanya berusia sangat muda.
  • Menginginkan premi yang stabil/flat.
  • Mau menggunakan fitur rider pembebasan premi dan kustomisasi lainnya.

Pilih asuransi tradisional jika:

  • Usia peserta sudah tergolong lanjut usia.
  • Menginginkan proteksi dalam jangka pendek.
  • Tidak suka investasi di asuransi apapun alasannya.

Perlu digarisbawahi bahwa hasil analisis di atas bukan serta-merta diikuti begitu saja.

Harus tetap melibatkan berbagai faktor, untuk memastikan bahwa perencanaan tujuan keuangan yang dicapai oleh calon nasabah sesuai.

BINGUNG SOAL ASURANSI?
SILAKAN HUBUNGI KAMI KAPAN SAJA.

BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Default image
Firman

Perencana keuangan dependen. Saya juga aktif menulis artikel di TweetByFirman.my.id. Punya hobi makan sushi dan sashimi, nonton anime dan pecinta negara Jepang.

Leave a Reply