Apa itu Reksa Dana?

Pengenalan dasar soal reksa dana.
BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Uang yang dihimpun pada reksa dana, dikelola oleh manajer investasi (photo-ac.com)

Akses masyarakat untuk berinvestasi saat ini sangat dimudahkan dengan adanya perusahaan digital yang memungkinkan masyarakat untuk berinvestasi secara online.

Bayangkan, hanya butuh minimal dimulai dari 100 ribu bahkan 50 ribu, kita sudah bisa berinvestasi. Ini sangat dimungkinkan dengan investasi reksa dana.

Reksa dana adalah jenis investasi yang bisa diikuti oleh masyarakat dengan modal yang minim.

Terutama untuk yang tidak punya banyak waktu dan keahlian untuk melakukan investasi, karena dana yang terkumpul dikelola oleh manajer investasi yang berpengalaman.

Dana masyarakat yang dihimpun di reksa dana ini, diinvestasikan ke berbagai instrumen keuangan dalam suatu portofolio oleh manajer investasi.

Melalui reksa dana, masyarakat diharapkan untuk lebih meningkatkan peran serta minat untuk berinvestasi di pasar modal Indonesia. Hal ini dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan literasi keuangan masyarakat.

4 JENIS REKSA DANA PADA UMUMNYA

  1. Reksa Dana Pasar Uang

Jenis reksa dana ini investasinya ditempatkan pada instrumen pasar uang yang periode jatuh temponya kurang dari satu tahun.

Bentuk instrumen investasinya itu antara lain obligasi jatuh tempo di bawah satu tahun, deposito, Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan Surat Berharga Pasar Uang (SBPU).

Risiko reksa dana ini termasuk yang paling rendah dan keuntungannya juga paling rendah. Direkomendasikan untuk tujuan menjaga likuiditas.

  1. Reksa Dana Obligasi

Tahap selanjutnya ada jenis reksa dana yang sebagian besar alokasi investasinya ditempatkan pada surat utang (obligasi). Biasanya dialokasikan minimal 80% dari total kelolaan dananya ke obligasi.

Perlu diingat bahwa obligasi yang dibeli sama manajer investasi ini juga membagikan kupon (bunga) selama periode tertentu. Ketika manajer investasi reksa dana ini menerima kupon tadi, maka harga reksa dananya bakal naik.

Selain itu, kalau harga obligasinya naik, harga reksa dana obligasinya juga naik. Risiko reksa dana ini termasuk menengah dan keuntungannya juga sedikit lebih tinggi dari reksa dana pasar uang.

Investasi Reksa Dana di Bibit, kita dapet cashback IDR 25 ribu pas daftar pakai kode “TWEETBYFIRMAN”

  1. Reksa Dana Campuran

Jenis reksa dana yang ini dana investasinya ditempatkan ke berbagai macam instrumen seperti saham, obligasi dan juga biasanya ada pasar uang, dengan persentase tertentu.

Risiko reksa dana campuran ini mirip dengan reksa dana obligasi, dan risikonya lebih tinggi sedikit dari reksa dana obligasi, soalnya karena penempatannya ada yang sebagian di saham.

Direkomendasikan untuk tujuan mencari pertumbuhan harga dan pendapatan.

  1. Reksa Dana Saham

Sesuai namanya, reksa dana ini isi portofolionya sebagian besar di instrumen yang lebih fluktuatif harganya seperti saham. Minimal 80% di saham, terus sisanya paling sama manajer investasinya ditempatkan di surat utang dan pasar uang.

Ketika saham yang dikelola manajer investasi mengalami kenaikan harga, maka harga reksa dananya juga naik.

Kalau saham yang dibeli sama manajer investasinya ada dapat pembayaran dividen, harga reksa dana sahamnya juga naik.

Reksa dana saham adalah reksa dana yang risiko dan keuntungannya paling besar. Direkomendasikan untuk yang belum berani investasi secara langsung di saham.

Cek juga tips soal bagaimana mengatur keuangan pribadi:

BAGIKAN ARTIKEL INI | TWEETBYFIRMAN.MY.ID
Default image
Firman

Perencana keuangan dependen. Saya juga aktif menulis artikel di TweetByFirman.my.id. Punya hobi makan sushi dan sashimi, nonton anime dan pecinta negara Jepang.

Leave a Reply